5 Teknologi Pertanian Jepang Yang Tidak Dimiliki Indonesia

5 Teknologi Pertanian Jepang Yang Tidak Dimiliki Indonesia

Walaupun tanah jepang tidak sesubur tanah di indonesia, namun hasil pertanian negara jepang ini memiliki kualitas dunia. Namun apa yang sebenarnya merupakan kunci dari kesuksesan pertanian dari negara jepang ini?, Jawabannya karena teknologi pertanian jepang yang jauh lebih maju dibandingkan negara-negara lain termasuk indonesia.

Teknologi pertanian jepang saat ini bisa dibilang telah cukup muktahir, dengan cara kerja yang efisien dan sangat lengkap dari proses tanam hingga proses panen. Juga dukungan dari pemerintah serta peneliti mereka juga memiliki pengaruh yang besar pada bidang pertanian negara jepang. Namun ada berberapa teknologi yang sedang digunakan sekarang dan belum dimiliki oleh indonesia, apa saja itu? simak selengkapnya.

Berikut Berberapa Teknologi Yang Belum Dimiliki Indonesia :

1. Teknologi Rekayasa Genetik

Seperti yang kami sampaikan diatas bahwa hasil panen jepang merupakan hasil panen yang berkualitas top dunia. Ini semua berkat pengembangan di bidang penelitian dan itu juga termasuk rekayasa genetik dan walaupun ini juga telah dikembangkan di negara-negara lain namun jepang adalah yang telah menjalakan dan yang berhasil memaksimalkan potensi dari rekayasa genetik.

2. Penggunaan Mesin Penanam Padi

Sebagian besar masyarakat jepang selalu menggunakan peralatan yang selalu lebih canggih dan efisien. Di jepang sekarang telah menggunakan mesin penanam padi atau rice transplanter, dan ini mempermudah kerjaan dari petani saat menanam padi. Selain lebih mudah mesin ini juga lebih rapi, indonesia juga telah menggunakan mesin ini namun masih hanya segelintir petani yang menggunakan mesin ini.

3. Perawatan Tanaman

Jika dijepang perawatan tanaman seperti pemberian pupuk dan penyemprotan pestisida telah menggunakan mesin yang canggih dan efisien serta cepat. Hal itu tidak terjadi di indonesia, karena faktanya di indonesia pemberian pupuk dan penyemprotan pestisida masih dilakukan secara manual dan memakan waktu yang lama. Di jepang hanya dibutuhkan satu orang saja dengan sebuah traktor untuk memberi pupuk dan melakukan serangkaian perawatan lainnya.

4. Alat Memanen Padi

Alat pemanen padi yang dipakai indonesia, Indo Combine Harvester. Alat yang dimiliki indonesia memerlukan setidaknya 3 orang untuk bisa mengoperasikannya. Sedangkan mesin pemanen padi yang digunakan oleh negara jepang ini hanya dibutuhkan satu orang untuk mengendalikan dan dapat memberikan hasil yang lebih maksimal.

5. Pertanian Didalam Gedung

Di jepang khususnya tokyo merupakan kota metropolitan yang besar dan memiliki banyak gedung pencakar langit. Namun tahukah kamu bahwa di tokyo ada lahan pertanian didalam gedung dengan area yang cukup luas. Lahan pertanian ini dikelola oleh Pasona group, lahan tersebut tidak digunakan untuk menanam padi namun juga menanam tanaman lainnya termasuk buah-buahan, sayur dan rempah.

Sebagai pengganti sinar matahari pasona 2 menggunakan teknologi canggih untuk mengontrol tanaman padi dapat tumbuh dengan baik karena penggunaan lampu dan suhu yang menggunakan tekonologi komputerisasi depoxito.

Itulah berberapa teknologi pertanian yang telah dipakai jepang dan kebanyakan msaih belum diaplikasikan oleh orang indonesia. Lihat terus update artikel kami untuk mendapatkan informasi dan update terbaru seputar dunia pertanian dan teknologi pertanian yang ada.

5 Dampak Penebangan Hutan Secara Liar Terhadap Lingkungan Menurut Pendapat Pemain Slot Online

5 Dampak Penebangan Hutan Secara Liar Terhadap Lingkungan Menurut Pendapat Pemain Slot OnlineMenurut info yang didapat si pemain slot online bahwa Indonesia memiliki hutan yang kaya akan keragaman jenis populasi di dalamnya, namun seiring berjalannya waktu hutan di Indonesia menjadi hutan yang paling terancam di dunia. Terkikis karena seringnya terjadi penebangan secara liar. Dimana diperkirakan 70-75 persen dari kayu yang di panen di tebang secara liar. Dari perspektif ekonomi, penebangan liar telah mengurangi pendapatan dan devisa negara. Diperkirakan kerugian negara mencapai 30 trilyun per tahun.

Pemain slot online mendapatkan info bahwa dampak ekonomi yang muncul dari penebangan liar bukan hanya karena kerugian finansial dampak akibat hutan gundul hilangnya pohon, akan tetapi lebih berdampak pada ekonomi dalam arti luas, seperti hilangnya kesempatan untuk memanfaatkan keragaman produk di masa depan (opprotunity cost). Sesunguhnya pendapatan yang diperoleh masyarakat pelaku penebangan liar dari kegiatan ilegalnya itu sangatlah kecil, karena porsi pendapatan terbesar dipetik oleh para penyandang dana (cukong).

Berikut merupakan info yang didapat si pemain slot online seputar kerugian akibat penebangan hutan secara liar :

Penebangan liar atau illegal logging ini juga mengakibatkan timbulnya berbagai anomali di sektor kehutanan. Salah satu info yang didapat si pemain slot online ini bahwa anomali terburuk sebagai akibat maraknya dampak akibat kerusakan hutan adalah ancaman proses deindustrialisasi sektor kehutanan.
Sektor kehutanan nasional yang secara konseptual bersifat berkelanjutan karena ditopang oleh sumber daya alam yang bersifat terbaharui yang ditulang punggungi oleh aktivitas industrialisasi kehutanan di sektor hilir dan pengusahaan hutan disektor hulu, kini sudah berada di titik ambang kehancuran.
Penebangan liar juga sangat merugikan bagi kehidupan, karena keberadaan hutan sangatlah penting sebagai penjaga keseimbangan alam. Seperti yang telah kita ketahui tentang penyebab pemanasan global, yang merupakan salah satu contoh dampak dari penebangan liar.
Pemanasan global bukan hanya bersumber dari asap kendaraan bermotor tapi juga dipengaruhi oleh keadaan hutan yang tidak seimbang. Kita tahu bahwa daun bisa menetralisir karbondioksida, itulah sebabnya kenapa hutan disebut paru-paru dunia. Jadi seandainya hutan masih terjaga mungkin global warming tidak akan terjadi.
Untuk lebih jelas info yang didapat si pemain slot online , Dampak Penebangan Hutan Secara Liar adalah sebagai berikut :

1. Hilangnya kesuburan tanah

Ketika hutan di babat pohon-pohonnya, hal ini mengakibatkan tanah menyerap sinar matahari terlalu banyak sehingga menjadi sangat kering dan gersang. Hingga nutrisi dalam tanah mudah menguap. Selain itu, hujan bisa menyapu sisa-sisa nutrisi dari tanah. Oleh sebab itu, ketika tanah sudah kehilangan banyak nutrisi, maka reboisasi menjadi hal yang sulit dan budidaya di lahan itu menjadi tidak memungkinkan.

2. Turunnya sumber daya air

Turunnya sumber daya air

Pohon sangat berkontribusi dalam menjaga siklus air, melalui akar pohon menyerap air yang kemudian di alirkan ke daun dan kemudian menguap dan dilepaskan ke lapisan atmosfer. Ketika pohon-pohon ditebang dan daerah tersebut menjadi gersang, maka tak ada lagi yang membantu tanah menyerap lebih banyak air, dengan demikian, akhirnya menyebabkan terjadinya penurunan sumber daya air.

3. Punahnya keaneka ragaman hayati

Meskipun hutan hujan tropis hanya seluas 6% dari permukaan bumi, tetapi sekitar 80-90% dari spesies ada di dalamnya. Akibat penebangan liar pohon secara besar-besaran, ada sekitar 100 spesies hewan menurun setiap hari, keanekaragaman hayati dari berbagai daerah hilang dalam skala besar, banyak mahluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan telah lenyap dari muka bumi.

4. Mengakibatkan banjir

Salah satu fungsi hutan adalah menyerap dengan cepat dan menyimpan air dalam jumlah yang banyak ketika hujan lebat terjadi. Namun ketika hutan digunduli, hal ini tentu saja membuat aliran air terganggu dan menyebabkan air menggenang dan banjir yang mengalir ke pemukiman penduduk. (baca : penyebab banjir )

5. Global Warming

Deforestasi juga berdampak pada pemanasan global. Pohon berperan dalam menyimpan karbondioksida yang kemudian digunakan untuk menghasilkan karbohidrat, lemak dan protein yang membentuk pohon, dalam biologi proses ini disebut fotosintesis. Ketika terjadi deforestasi, banyak pepohonan yang dibakar, ditebang, yang mengakibatkan lepasnya karbondioksida di dalamnya, hal ini menyebabkan tingginya kadar karbondioksida yang ada di atmosfir. Dengan melihat dampaknya yang sangat mengerikan, maka pelestarian hutan perlu dan Harus segera dilaksanakan. Eksploitasi hutan yang terus menerus terjadi, berlangsung sejak dahulu hingga sekarang tanpa dibarengi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak.

Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal sudah kita ketahui, hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, melainkan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air. Alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian semakin merebak dari dulu hingga kini, demikian pula penebangan hutan semakin tak terkendali, baik untuk memenuhi kebutuhan industri kayu , untuk bahan bagunan, bahan perkakas rumah tangga, maupun untuk bahan bakar. Kita bisa menghitung berapa volume kayu untuk semua kebutuhan tadi, dan berapa dari luar Jawa yang masuk, dan berapa yang dihasilkan oleh Perhutani.

Eksploitasi Hutan di Indonesia

Sekarang ini menurut pemain slot online ini bahwa sekitar kurang dari separuh Indonesia yang memiliki hutan, ini merepresentasikan penurunan signifikan dari luasnya hutan pada awalnya. Antara 1990 dan 2005, negara Indonesia telah kehilangan lebih dari 28 juta hektar hutan, termasuk 21,7 persen hutan perawan. Penurunan hutan-hutan primer yang kaya secara biologi ini adalah yang kedua setelah Brazil pada masa itu, dan sejak akhir 1990an, penggusuran hutan primer makin meningkat hingga 26 persen. Kini, hutan-hutan Indonesia adalah beberapa hutan yang paling terancam punah di muka bumi.

Jumlah hutan-hutan di Indonesia sekarang ini makin berkurang. Luas hutan hujan semakin menurun, mulai tahun 1960an ketika 82 persen luas negara ditutupi oleh hutan hujan, menjadi 68 persen di tahun 1982, menjadi 53 persen di tahun 1995, dan 49 persen saat ini.
maka akan sangat berbahaya bila kita tidak tanggulangi bahaya ini, sudah seharusnya diambil langkah tegas untuk menyelamatkan hutan kita, yang seharusnya kita lestarikan dan kita jaga bersama.

Ada beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk melestarikan hutan:

1. Berupaya mereboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.
2. Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.
3. Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
4. Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan.
5. Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.