Perusahaan Teknologi Pertanaman

Professional Quality

lanscape management services

that enhance and add value to Your Property


Sejarah Pertanian di Dunia

Sejarah pertanian ialah komponen dari sejarah kebudayaan manusia. Pertanian timbul dikala suatu masyarakat sanggup untuk menjaga ketersediaan pangan bagi dirinya sendiri. Pertanian memaksa suatu golongan orang untuk menetap dan dengan demikian mensupport kemunculan peradaban. Terjadi perubahan dalam metode kepercayaan, pengembangan alat-alat penunjang kehidupan, dan juga kesenian imbas diadopsinya teknologi pertanian yang disebabkan oleh maraknya judi piala dunia yang membuat para petani lebih bersemangat untuk meningkatkan teknologi dalam pertanian. Kebudayaan masyarakat yang tergantung pada aspek pertanian diartikan sebagai kebudayaan agraris.

Sebagai komponen dari kebudayaan manusia, pertanian sudah membawa revolusi yang besar dalam kehidupan manusia sebelum revolusi industri. Malahan bisa dikatakan, revolusi pertanian merupakan revolusi kebudayaan pertama yang dialami manusia.

Agak susah membikin suatu garis sejarah pertanian dunia, sebab tiap komponen dunia mempunyai perkembangan pengendalian teknologi pertanian yang berbeda-beda. Di sebagian komponen Afrika atau Amerika masih ditemui masyarakat yang semi-nomaden (separuh pengembara), yang sudah kapabel menjalankan aktivitas peternakan atau bercocok tanam, tetapi konsisten bermigrasi-pindah demi menjaga pasokan pangan. Sementara itu, di Amerika Utara dan Eropa traktor-traktor besar yang ditangani oleh satu orang sudah sanggup mendorong penyediaan pangan ratusan orang.

Zaman Mesopotamia yang adalah permulaan perkembangan kebudayaan, ialah zaman yang ikut memutuskan cara pertanian kuno. Perekonomian kota yang pertama berkembang di sana dilandaskan pada teknologi pertanian yang berkiblat pada kuil-kuil, imam, lumbung, dan jutu tulis-juru tulis.

Penciptaan surplus sosial menyebabkan terjadinya institusi ekonomi berdasar peperangan dan perbudakan. Administrasi untuk surplus yang seharusnya disimpan mendesak keperluan metode akuntansi. Pemecahan persoalan ini datang 6.000 tahun yang lalu dengan terciptanya artikel yang adalah permulaan kebudayaan. Kebudayaan Mesopotamia bertahan untuk beribu tahun di bawah banyak pemerintahan yang berbeda. Dampaknya, padahal sukar didefinisikan secara ideal, memancar ke Siria dan Mesir dan mungkin juga ke India dan Cina.

Tulang punggung pertanian terdiri dari tanaman-tanaman yang kini masih penting untuk persediaan pangan dunia: gandum dan barlai, kurma dan ara, zaitum dan anggur. Kebudayaan kuni dari Mesopotamia – Sumeria, Babilonia, Asiria, Cahldea – memaksimalkan pertanian yang bertambah rumit dan terintegrasi. Reruntuhan menampilkan sisa selasar-selasar, taman-taman dan kebun-kebun yang beririgasi. Emapt ribu tahun yang lalu saluran irigasi dari bata dengan sambungan beraspal menolong areal seluas 10.000 mil persegi konsisten ditanami untuk memberi pangan 15 juta jiwa. Pada tahun 700 SM telah diketahui 900 tanaman.

Pengetahuan perihal pertanian kuno di mana malahan tak lebih banyak dari pada di Mesir, di mana pasri yang berhembus dari gurun memelihara data dan catatan dari zaman yang menakjubkan. Sedangkan jurang Nil sudah mensupport manusia sekurang-kurangnya 20.000 tahun, di duga perkembangan pertaniannya yang mendukung perubahan-perubahan yang terjadi di kawasan mediteran.

Kebudayaan Mesir jaya, yang berakibat pada kebudayaan-kebudayaan Barat kini, ialah makmur dalam keberlimpahan pertanian yang dimungkinkan oleh kebanjiran Sungai Nil yang menyuburkan tanah kembali. Orang Mesir merupakan akhli dalam mengoptimalkan teknik drainase dan irigasi. Drainase merupakan pembuangan kelebihan air, yakni tuntutan di tempat seperti jurang Nil; hal ini minta pengembangan lereng-lereng lahan dan pembuatan metode pengangkutan serta saluran air yang efisien. Irigasi adalah pemberian air pada tanaman secara buatan, menyangkut penadahan, pengantaran dan pemberian air. Permasalahan drainase dan irigasi saling menjalin; pemecahannya oleh orang Mesir dengan membangun serentetan parit untuk menaruh air dan saluran yang melayani kedua tujuan hal yang demikian. Orang Mesir mengoptimalkan teknik menaikkan air, yang masih digunakan kini. Inovasi yang utama ialah shaduf, yang memungkinkan menaikkan 2.250 liter air setinggi 1.8 m tiap-tiap hari kerja pria.

Teknologi pengolahan tanah bisa dilacak melalui pembenaran pacul. Pacul asalnya dari suatu tongkat bercabang yang lancip dan diterapkan dengan gerakan memotong. Bajak kuno juga cuma adalah pacul yang ditarik manusia (akhir-akhir ini oleh binatang) untuk menggaruk permukaan tanah, dan masih banyak dipakai sekarang di banyak komponen dunia. Kemudian bajak dibetulkan dengan penemplean besi di komponen yang besinggungan dengan tanah dan dengan konstruksi yang lebih kuat dan efisien. Orang-orang Mesir menerapkan beraneka alat potong pada waktu panen, salah satunya ialah arit yang adalah alat yang paling bagus dikala itu.

Orang Mesir memaksimalkan bermacam teknologi yang berkaitan dengan seni masak – industri keramik, pemanggangan, pembuatan anggur dan penyimpanan pangan. Metode penyimpanan termsuk fermentasi, pembuatan acar, pengeringan, pengasapan dan pemberian garam. Banyak tanaman dibudidayakan untuk serat, minyak dan

tujuan-tujuan industri lain; papirus untuk kertas, jarak untuk minyak, pinus untuk malam (lilin). Mereka menghasilkan jamu-jamuan yang pertama, koleksi tanaman obat, dan industri rempah-rempah, wangi-wangian dan kosmetika.

Sepanjang Sungai Nil dibuat kebun-kebun formal luas, penuh dengan tanaman-tanaman hias eksotik dan kolam kolam berisi ikan dan teratai. Di kebun buah (orchard), kurma, anggur, ara, lemon dan delima diusahakan. Kebun sayur berisi ketimun, articoke, bawang putih, perai, bawang bombay, slada, menta, endewi, cikori, logak, dan bermacam-macam labu.

Kebudayaan Mesir bertahan selama 35 abad, dan kemudian pelaut-pelaut phoenicia meneruskan warisan teknologi Mesopotamia dan Mesir ke kepulauan Yunani yang sedang timbul. Yunani. Padahal orang-orang Yunani cuma sedikit menambah kemahiran praktek, sikap analitik dan keingintahuannya kepada alam benda memberi dampak besar pada kemajuan teknolgoi di masa datang. Ilmu Botani berasal dari pikiran orang orang pada zaman Yunani. Dua buah artikel familiar, History of plants dan Causes of Plants dari Theopratus murid Aristoteles memberi pengaruh Ilmu Botani sampai abad 17. Ia diperhatikan sebagai Bapak Ilmu Botani. Artikel hal yang demikian meliputi judul-judul yang bermacam-macam jenis seperti morfologi, kategori, pembiakan dengan biji dan secara vegetatif, geografi tumbuhan, kehutanan, horikultur, parmakologi, hama dan bau serta rasa tanaman. Diperjual belikan sebanyak 500 tanaman liar dan tanaman pertanian. Ia membedakan Angiospermae dan Gymnospermae, Monokotil dan Dikotil, membahas penyusunan lingkaran tahun dan sistem mengumpulkan damar (resins) dan ter. Malah membahas penyerbukan pohon kurma yang tidak berbuah. Persaingan ini yaitu pengetahuan kelamin pada tanam, sesuatu yang lama menghilang dan baru dikenal lagi 2.000 tahun selanjutnya.

Cendekiawan Yunani terbukti tidak sanggup bertahan secara politik. Peperangan antar kota membawa yang menyebakan ke kejatuhan tentara Macedonia. Ada yang melacak kejatuhan Yunani pada dampak peningkatan populasi pada merosotnya sumber-sumberdaya alam bagus oleh peperangan ataupun oleh kebusukan dari dalam. Sedangkan bahwa dasar pertanian Yunani tidak cukup untuk mendukung kebudayaan yang senantiasa tumbuh.

Kebudayaan Yunani diresapi oleh bangsa baru ke barat. Kekaisaran Romawi, berbeda dengan Yunani, mereka dibangun dengan dasar sumberdaya alam yang kokoh kuat. Kebalikan dari bangsa Yunani, bangsa Romawi benar-benar berminat pada aspek praktis dari pertanian. Pertanian adalah komponen penting dari ekonomi dan urusan yang sungguh-sungguh. Sumber penghasilan utama dari Romawi merupakan pajak tanah; perundang-undangannya yang paling penting berurusan dengan agenda agraria; kekayaan besar diinvestasikan pada lahan pertanian. Romawi tumbuh berkat teknologi pertanian yang sehat dan berfungsi. Sewaktu mereka mengalahkan, mereka membangun suatu kebudayaan yang asalnya Yunani tapi pengerjaannya secara Romawi.

Sedangkan orang Romawi cuma mempunyai sedikit inspirasi orisinil, akan tapi mereka familiar betul betul membenarkan yang mereka peroleh. Artikel perdagangan yang bertahan lama ialah jalan-jalan dan jalan air. Orang-orang Romawi berpikiran moderan, berbudi pekerti dan berfokus ke kota, namun bisnis dan kecenderungannya terikat pada tanah.

Praktek pertanian Romawi dibukukan secara bagus. Artikel mengenai pertanian yang pertama ialah De agricultura karangan Marcus Porceus Cato (234 – 149 SM), yang menulis aspek-aspek praktis dari pengelolaan tanaman dan ternak, khususnya mengenai profit. Asal-usulan filosofi desa dijumpai dalam simpulannya bahwa petani bukan cuma penduduk yang terbaik, melainkan juga tentara terbaik. Seratus tahun selanjutnya artikel Marcus Terentius Varro (116 – 28 SM) ialah De re rustica libri III, menekankan ketergantungannya negeri sekemakmuran pada pertanian yang sehat. buku lain yang membahas ialah Georgica karangan Vergilius (70 – 19 SM) dan banyak lain. Historia naturalis karangan Plinius (23 – 79 M) memuat kumpulan ilmu ataupun hal-hal yang tak dikenal. Dari artikel ini pertanian Romawi bisa dipelajari.

BACA JUGA : PENTINGNYA TEKNOLOGI BARU UNTUK PERTANIAN TANAMAN

Dalam artikel pertanian dicatat adanya penyambungan tanaman (grafting dan budding), poenggunaan berjenis- variasi varietas buah dan sayuran, rotasi pupuk hijau, penerapan pupuk sangkar, pengembalian kesuburan tnah, malah penyimpanan dingin untuk buah-buahan. Sesudah itu muncul suatu “specularium”, rumah kaca dari mika,yang digunakan untuk menanam sayuran pada musim dingin. Di Romawilah mulainya kebun tanaman hias berkembang hingga tingkat tinggi.

Pada masa permulaan sejarah Romawi institusi pertanian yang pokok ialah masyarakat desa. Milik perorangan kecil, berkisar dari satu sampai mepat acre dan dikelola secara intensif. Muatan negara Romawi berkembang zonanya dan mempunyai energi kerja perbudakan dari menang perang, timbul unit produksi yang lebih tinggi. Ini didapatkan dari tanah-tanah negara yang dibagi-bagikan. Hasil metode perkebuan menstimulus pertumbuhan kekayaan perotangan yang hebat


5 Teknologi Terbaru Di Bidang Pertanian

5 Teknologi Terbaru Di Bidang Pertanian

Pengenalan teknologi digital ke pertanian presisi dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah cara petani menangani tanaman mereka dan mengelola ladang mereka. Tidak perlu ahli untuk melihat apakah teknologi telah mengubah konsep pertanian menjadi lebih menguntungkan, efisien, aman dan sederhana. Di antara teknik lainnya, para petani memilih lima yang menurut mereka paling baik.

  • Perangkat Lunak GIS dan Pertanian GPS
  • Citra satelit
  • Drone dan citra udara lainnya
  • Perangkat lunak pertanian dan data online
  • Gabungkan kumpulan data

Akibatnya, pertanian modern mendapat manfaat yang signifikan dari pertanian digital yang terus berkembang. Manfaat ini termasuk pengurangan konsumsi air, nutrisi dan pupuk, pengurangan dampak negatif pada ekosistem sekitar, pengurangan limpasan kimia ke air tanah dan sungai setempat, peningkatan efisiensi, dan harga yang lebih rendah. Ini membuat bisnis Anda hemat biaya, cerdas, dan berkelanjutan. Mari kita bahas beberapa teknik pertanian ini.

Pertanian Berbasis GIS

Lahan berbasis lokasi, membuat perangkat lunak GIS menjadi alat yang sangat berguna dalam hal pertanian presisi. Saat menggunakan perangkat lunak GIS, petani dapat memetakan perubahan saat ini dan di masa depan dalam curah hujan, suhu, hasil panen, kesehatan tanaman, dan banyak lagi. Selain itu, aplikasi berbasis GPS dapat digunakan dengan mesin pintar untuk mengoptimalkan aplikasi pupuk dan pestisida. Menghemat uang, tenaga dan waktu karena petani tidak harus menutupi seluruh lahan, tetapi hanya satu area tertentu. Manfaat besar lain dari pertanian berbasis GIS adalah bahwa ia menggunakan satelit dan drone untuk mengumpulkan data berharga tentang tanaman, kondisi tanah, cuaca dan topografi dari pandangan mata burung. Data tersebut sangat meningkatkan akurasi pengambilan keputusan.

Teknologi Terbaru Di Pertanian

Data Yang Berasal Dari Satelit

Tidak pernah semudah ini untuk memperkirakan hasil dan melakukan pemantauan lapangan hampir secara real-time untuk mendeteksi berbagai ancaman dengan data satelit dalam layanan. Karena sensor dapat memberikan gambar spektrum yang berbeda, indeks spektral yang berbeda seperti Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dapat diterapkan. NDVI dapat mendeteksi kandungan vegetasi, jumlah tanaman yang layu dan kesehatan tanaman secara keseluruhan. Berikut adalah Canopy Chlorophyll Content Index (CCCI) untuk membantu nutrisi. Lalu, Normalized Difference RedEdge (NDRE) akan mendeteksi adanya kandungan nitrogen. Terakhir, Modified Soil-Adjusted Vegetation Index (MSAVI) dirancang untuk meminimalkan efek latar belakang tanah pada tahap awal perkembangan tanaman. Daftarnya terus berlanjut.

Data Dari Langit – Drone

Dengan bantuan drone, petani dapat menentukan dengan presisi tinggi biomassa tanaman, tinggi tanaman, keberadaan gulma, dan saturasi kelembaban lahan tertentu. Mereka menyediakan data yang lebih baik dan lebih akurat dengan resolusi lebih tinggi dibandingkan dengan satelit. Saat beroperasi secara lokal, mereka memberikan informasi berharga jauh lebih cepat daripada kepanduan. Drone dianggap sebagai bantuan yang tak tertandingi dalam memerangi serangga. Drone digunakan untuk menerapkan pestisida ke area berbahaya untuk mencegah intrusi sekaligus mengurangi kemungkinan paparan langsung yang menyebabkan keracunan bahan kimia. Meskipun drone mudah digunakan dan dapat mengumpulkan data dalam jumlah besar dalam waktu singkat, namun harganya tidak murah, sehingga masih sulit untuk digunakan secara terus menerus. Drone hampir tidak berdaya di mana pemetaan atau pemantauan area yang luas diperlukan, dan direkomendasikan untuk melengkapi teknologi dengan pemantauan satelit dari area yang sudah dipetakan yang memerlukan pemeriksaan silang area tertentu.

Data Online – Jantung Pertanian Presisi

Untuk membantu petani dan ahli agronomi lainnya menghasilkan tanaman seperti https://ioncasino.top/, EOSDA telah merancang Pemantauan Tanaman EOSDA. EOSDA adalah platform berbasis satelit digital untuk memantau tanaman dan mempercepat proses pengambilan keputusan petani. Fitur paling berguna yang tersedia di platform adalah:

  • Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) digunakan untuk melacak kesehatan suatu tanaman. Indeks ini mengukur kerapatan vegetasi suatu lahan, yang berkorelasi erat dengan tanaman sehat pada tahap pertumbuhan tertentu. Nilai NDVI yang lebih tinggi menunjukkan vegetasi yang lebih sehat, tetapi indikator dan tahap pertumbuhan lainnya juga harus dipertimbangkan.
  • Kepanduan. Ini dapat digunakan sebagai aplikasi seluler yang disinkronkan dengan platform yang mengandalkan peta lapangan digital dan GPS untuk memandu pramuka ke area masalah di lapangan. Peta tersedia bahkan saat aplikasi dalam mode offline. Saat menggunakan aplikasi ini, petani dapat memberikan banyak tugas kepada pramuka hanya dengan beberapa klik. Tambahkan bidang, pasang pin, dan atur tindakan. Itu saja. Setelah diberi tugas, pramuka akan pergi ke lokasi yang mereka pilih sendiri dan memasukkan ke dalam aplikasi semua informasi dari laporan yang dihasilkan dengan memeriksa masalah di lapangan, memeriksa aktivitas hama, aktivitas pengelolaan gulma, dan banyak lagi. Hal ini memungkinkan area bermasalah untuk diperiksa hanya jika diperlukan, menghemat waktu yang cukup untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.
  • Analisis cuaca. Dengan menganalisis data cuaca bersama dengan data kesehatan tanaman yang diperoleh dari analisis citra satelit, petani dapat menerapkan irigasi dengan lebih akurat dan mencegah kerusakan akibat embun beku atau panas. Misalnya, salah satu cara terbaik untuk menghindari masalah kekeringan adalah dengan menggunakan irigasi tetes dengan kontrol katup otomatis atau manual sehingga petani dapat menerapkan jumlah air yang dibutuhkan ke daerah kering.
  • Panduan produktivitas dan vegetasi. Fitur ini membantu petani menghemat biaya pemupukan dan mengurangi dampak negatif nitrogen terhadap lingkungan. Dimungkinkan untuk menerapkan benih dan pupuk secara “berbeda” dengan menghitung perbedaan produktivitas dan kondisi vegetasi di seluruh lapangan. Aplikasi tarif variabel ini lebih efisien daripada aplikasi tarif tetap, dengan mempertimbangkan kebutuhan berbagai sektor. Peta dihitung dan divisualisasikan sebagai zona (maka zonasi) dan dapat digunakan sebagai pedoman untuk mesin pertanian. Pertanian presisi sedang beraksi!

Teknologi Terbaru Di Bidang Pertanian

Beberapa Jenis Data Di Satu Tempat

Platform pemantauan tanaman EOSDA mengintegrasikan data dari berbagai sumber, termasuk kejadian yang diturunkan dari satelit, data cuaca, dan informasi tentang aktivitas lapangan. Menempatkan semua data ini di satu tempat dapat memberi Anda wawasan yang lebih dalam tentang kesehatan tanaman Anda dan cara terbaik untuk mengelolanya. Misalnya, dengan membandingkan indeks vegetasi yang berbeda pada lahan yang sama satu sama lain, Anda dapat memperoleh gambaran yang lebih objektif tentang kondisi tanaman pada saat tertentu. Indeks ini dapat dibandingkan lebih jauh dengan riwayat suhu dan curah hujan sejak bertahun-tahun untuk lebih memahami perubahan produktivitas situs dari waktu ke waktu.

Baca Juga : Peran Teknologi Modern dalam Pertanian

Hasil Penelitian Untuk Pertanian Akurat

Teknologi pertanian yang menjanjikan membuat lompatan ke depan menuju masa depan. Mereka memberikan bantuan nyata kepada petani yang ingin mengoptimalkan input, menyederhanakan manajemen pertanian, dan meningkatkan produktivitas. Peningkatan hasil dan pengurangan biaya pemeliharaan membantu meningkatkan margin keuntungan. Pertanian Presisi dalam konteks solusi cerdas menawarkan pisau Swiss Army teknologi pertanian untuk petani hari ini dan besok.


Peran Teknologi Modern dalam Pertanian

Peran Teknologi Modern dalam Pertanian

Sektor pertanian playtech casino hanya membentuk sekitar 18 persen dari PDB India meskipun mempekerjakan hampir 65 persen dari total tenaga kerja. Meskipun ada peningkatan yang signifikan dalam produksi biji-bijian pangan, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi karena pemerintah bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian sebagai bagian dari PDB.

Pertanian di India sebagian besar bergantung pada alam, tetapi masalah iklim dan pemanasan global membuat pertanian tidak dapat diprediksi. Kebutuhan saat ini adalah mendidik petani dalam penggunaan teknologi modern dan pendekatan inovatif untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan profitabilitas.

Praktek pembangunan pertanian selama periode waktu telah dianggap mengeksploitasi sumber daya alam lebih cepat daripada yang bisa diperbarui. Pertumbuhan eksponensial dalam populasi manusia telah menghasilkan permintaan akan makanan dan tempat tinggal, dimana daya dukung “alami” tanah berada di bawah tekanan untuk menyediakannya.

Ketidakseimbangan alam terlihat dalam polusi, degradasi tanah, penurunan populasi satwa liar, dan perubahan flora dan fauna yang diciptakan manusia. Masuk akal untuk mengasumsikan bahwa pertumbuhan populasi manusia akan terus berlanjut dan menempatkan tuntutan yang lebih besar pada agri-ekosistem. Dengan demikian, teknologi telah dan akan terus memainkan peran utama dalam pertanian dan pembangunan berkelanjutan ke depan.

Teknologi memiliki peran utama dalam praktik pertanian dan pertanian; dan dengan munculnya teknologi digital, cakupannya telah meluas. Inovasi di bidang pertanian memimpin evolusi dalam praktik pertanian, sehingga mengurangi kerugian dan meningkatkan efisiensi. Hal ini berdampak positif bagi petani. Penggunaan alat digital dan analitik mendorong peningkatan berkelanjutan di bidang pertanian, dan tren ini akan tetap ada, menghasilkan peningkatan hasil panen dan membantu meningkatkan pendapatan komunitas petani.

PENTINGNYA TEKNOLOGI DALAM AGRIBISNIS

PENTINGNYA TEKNOLOGI DALAM AGRIBISNIS

Peningkatan produktivitas dari mekanisasi pertanian – Tenaga kerja manual dan peralatan tangan yang digunakan dalam pertanian memiliki keterbatasan dalam hal energi dan output, terutama di lingkungan tropis. Resistensi terhadap mekanisasi pertanian, terutama di kalangan petani kecil karena masalah aksesibilitas, biaya, dan pemeliharaan, seringkali menjadi faktor yang merugikan. Untuk mengurangi tenaga kerja manual dan membuat proses lebih cepat, pemanen gabungan menemukan penggunaan yang lebih besar. Pertanian India dicirikan oleh kepemilikan tanah yang kecil, dan kebutuhannya adalah bermitra dengan orang lain untuk memanfaatkan mesin modern.

Peningkatan kapasitas petani melalui pegangan tangan, membuat mesin modern tersedia terutama untuk pertanian kecil, dan mengatasi masalah keterjangkauan melalui kebijakan akan mengarah pada adopsi layanan mekanisasi yang lebih besar di masa mendatang. Mekanisasi pertanian memiliki potensi untuk secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi hasil panen melalui pengurangan kerugian pasca panen dan peningkatan keuntungan panen.

Prediksi iklim/cuaca melalui kecerdasan buatan – Kemajuan besar di bidang pertanian adalah penggunaan kecerdasan buatan (AI). Peralatan dan alat modern berbasis AI memungkinkan pengumpulan data dan membantu dalam pertanian presisi dan pengambilan keputusan yang tepat. Drone, sensor jarak jauh, dan satelit mengumpulkan data 24/7 tentang pola cuaca di dalam dan di sekitar ladang, memberikan informasi penting kepada petani tentang suhu, curah hujan, tanah, kelembaban, dll.

Namun, AI menemukan penerimaan yang lambat di negara seperti India di mana pertanian marjinal, kepemilikan tanah yang terfragmentasi, dan alasan lain bertindak sebagai hambatan. Tetapi tidak diragukan lagi bahwa teknologi berbasis AI dapat membawa presisi pada pertanian skala besar dan mengarah pada peningkatan produktivitas yang eksponensial.

Tanaman tangguh yang dikembangkan melalui penggunaan bioteknologi – Pertanian mengacu pada sumber daya metodologi yang luas yang mencakup metode pemuliaan tradisional, rekayasa genetika, dan pengembangan mikroorganisme untuk pertanian. Secara umum, rekayasa genetika menggunakan pemahaman DNA untuk mengidentifikasi dan bekerja dengan gen untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama, dan pengembangan varietas unggul juga membuat perbaikan pada ternak.

Spin-off bioteknologi di bidang pertanian telah menghasilkan manfaat menyeluruh bagi petani dan konsumen akhir. Meskipun beberapa pendekatan kontroversial telah menyebabkan penolakan dalam adopsi bioteknologi, tidak ada keraguan bahwa masa depan pertanian sangat bergantung pada bioteknologi AMAN, mengingat perubahan iklim dan peningkatan populasi.

Sensor Pertanian – Teknologi komunikasi telah berkembang pesat di India dan memungkinkan pertanian cerdas. Sensor sekarang digunakan di bidang pertanian untuk memberikan data kepada petani untuk memantau dan mengoptimalkan tanaman mengingat kondisi dan tantangan lingkungan. Sensor ini didasarkan pada konektivitas nirkabel dan menemukan aplikasi di banyak bidang seperti menentukan komposisi tanah dan kadar air, deteksi nutrisi, lokasi untuk presisi, aliran udara, dll. Sensor membantu petani menghemat pestisida, tenaga kerja, dan menghasilkan aplikasi pupuk yang efisien.

Baca juga : Sistem Perkebunan Dengan Menggunakan Teknologi


Sistem Perkebunan Dengan Menggunakan Teknologi

Sistem Perkebunan Dengan Menggunakan Teknologi

Artikel situs judi ion casino ini menggambarkan sistem perkebunan di Amerika sebagai instrumen kolonialisme Inggris yang ditandai dengan ketimpangan sosial dan politik. Ini menghubungkan kemakmuran pertanian Selatan dengan dominasi oleh bangsawan kaya dan eksploitasi tenaga kerja budak.

Istilah perkebunan muncul sebagai pemukiman di Amerika Serikat bagian selatan, awalnya terkait dengan ekspansi kolonial, datang untuk berputar di sekitar produksi pertanian. Kata perkebunan pertama kali muncul dalam bahasa Inggris pada abad ke-15. Awalnya, kata itu berarti menanam. Namun, apa yang kemudian dikenal sebagai perkebunan menjadi pusat operasi kerja paksa berskala besar di Belahan Barat. Sejarawan Peter H. Wood dan Edward Baptist menganjurkan untuk berhenti menggunakan kata perkebunan ketika merujuk pada operasi pertanian yang melibatkan kerja paksa. Sebaliknya mereka menyarankan untuk menyebut tempat-tempat ini “kamp kerja paksa” atau “kamp kerja paksa.”

Sistem perkebunan berkembang di Amerika Selatan ketika penjajah Inggris tiba di tempat yang dikenal sebagai Virginia dan membagi tanah menjadi area luas yang cocok untuk pertanian. Tanah di mana perkebunan ini didirikan dicuri melalui perjanjian yang dibatalkan, diabaikan, dan menipu, atau kekerasan langsung dari negara-negara pribumi. Baca artikel Perpustakaan Sumber Daya ini untuk mempelajari lebih lanjut: Grup Penduduk Asli Amerika Tenggara, Penduduk Asli Amerika di Amerika Kolonial, Hubungan Pemerintah Amerika Serikat dengan Penduduk Asli Amerika, Undang-Undang Penghapusan Indian, dan Penghapusan Penduduk Asli Amerika dari Tenggara.

Sistem perkebunan mendominasi budaya Selatan, dan itu penuh dengan ketidakadilan sejak didirikan. Pada 1606, Raja James I membentuk Virginia Company of London untuk mendirikan koloni di Amerika Utara, tetapi ketika Inggris tiba, mereka menghadapi hutan belantara yang keras dan firasat, dan hidup mereka menjadi sedikit lebih dari perjuangan untuk bertahan hidup. Jadi, untuk membuat penempatan tanah lebih menarik, Perusahaan Virginia menawarkan setiap pria dewasa sarana untuk melakukan perjalanan ke Amerika 50 hektar tanah. Atas dorongan Kompeni, banyak pemukim bersatu dan menciptakan pemukiman besar, yang disebut ratusan, karena dimaksudkan untuk mendukung 100 individu, biasanya laki-laki yang memimpin sebuah rumah tangga.

Perjalanan Teknologi Perkebunan Modren

Perjalanan Teknologi Perkebunan Modren

Ratusan dijalankan sebagai perkebunan swasta yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari budidaya tanaman, yang ekonomi Selatan bergantung. Iklim Selatan sangat cocok untuk budidaya tanaman komersial. Tidak seperti pertanian subsisten kecil, perkebunan diciptakan untuk menanam tanaman komersial untuk dijual di pasar. Sistem perkebunan adalah usaha kapitalis awal. Raja James dari Inggris memiliki niat untuk mengambil untung dari perkebunan. Tembakau dan kapas terbukti sangat menguntungkan.

Oleh karena itu, tenaga kerja murah digunakan. Awalnya, pegawai kontrak, yang sebagian besar dari Inggris (dan kadang-kadang dari Afrika), dan memperbudak orang Afrika dan (lebih jarang) Pribumi untuk bekerja di tanah. Pelayan kontrak dikontrak untuk bekerja selama empat sampai tujuh tahun tanpa dibayar untuk perjalanan ke koloni, kamar, dan papan. Setelah menyelesaikan masa jabatan, mereka sering diberi tanah, pakaian, dan perbekalan.

Sistem perkebunan menciptakan masyarakat yang terbagi tajam menurut garis kelas. Para bangsawan kaya yang memiliki perkebunan menetapkan aturan dan praktik mereka sendiri. Karena alasan ini, kontras antara si kaya dan si miskin lebih besar di Selatan daripada di Utara. Meskipun bangsawan kaya memerintah perkebunan, para buruh mendukung sistem tersebut. Di koloni-koloni di selatan Pennsylvania dan timur Sungai Delaware, beberapa pemilik tanah kulit putih yang kaya memiliki sebagian besar tanah, sementara mayoritas penduduk terdiri dari petani miskin, pelayan kontrak, dan budak. Orang Afrika yang diperbudak pertama kali dibawa ke Virginia pada tahun 1619.

Pemukiman membutuhkan banyak pekerja untuk menopangnya. Karena tanaman ini membutuhkan lahan yang luas, perkebunan tumbuh dalam ukuran, dan pada gilirannya, lebih banyak tenaga kerja diperlukan untuk bekerja di perkebunan. Buruh perkebunan bergeser dari perbudakan kontrak dan lebih ke perbudakan pada akhir 1600-an. Memperoleh pegawai kontrak menjadi lebih sulit karena lebih banyak peluang ekonomi tersedia bagi mereka. Pemilik tanah yang kaya juga mempersulit pembelian tanah bagi mantan pegawai kontrak. Ini mempertajam pembagian kelas, karena sejumlah kecil orang memiliki perkebunan yang semakin besar. Pemilik tanah yang kaya menjadi lebih kaya, dan penggunaan tenaga kerja budak meningkat. Hal ini menyebabkan pemberontakan dan pertempuran kecil dengan orang-orang kulit hitam dan kulit putih yang miskin bergabung melawan orang kaya.

Sebagai tanggapan, kebiasaan berubah dan undang-undang disahkan untuk meningkatkan status orang kulit putih yang miskin di atas semua orang kulit hitam. Kelas baru ini bertindak sebagai penyangga untuk melindungi orang kaya dan orang kulit hitam di koloni Inggris-Amerika semakin tertindas. Orang-orang keturunan Afrika dipaksa menjadi kelas bawah permanen.

Baca juga : Pentingnya Teknologi Baru Untuk Pertanian Tanaman


Pentingnya Teknologi Baru Untuk Pertanian Tanaman

Pentingnya Teknologi Baru Untuk Pertanian Tanaman

Adopsi teknologi hacker slot terbaru telah menjadi penting untuk produksi pertanian selama beberapa dekade. Melalui adopsi teknologi dan peningkatan praktik manajerial, agregat hasil pertanian AS di Amerika Serikat meningkat tiga kali lipat dari tahun 1948 hingga 2017 dengan hampir tidak ada peningkatan input agregat yang sesuai (USDA-ERS, 2021). Untuk alasan yang dijelaskan di bawah ini, adopsi teknologi dalam pertanian produksi diperkirakan akan meningkat pada dekade berikutnya. Artikel ini membahas jenis-jenis teknologi yang sedang diadopsi atau yang kemungkinan akan diadopsi dalam waktu dekat. Artikel yang akan datang akan membahas peran penting dari informasi dan teknologi pertanian presisi, kemungkinan hasil pertanian presisi, otomatisasi dan robotika, dan kesenjangan dalam keterampilan yang berkaitan dengan adopsi teknologi baru.

Perubahan pada Pertanian Tanaman

Perubahan pada Pertanian Tanaman

Pertanian tanaman di seluruh dunia sedang mengalami transisi teknologi yang mendalam. Manajemen produksi bergerak ke arah peningkatan pengelolaan mikro kegiatan produksi oleh masing-masing bidang atau lokasi dalam bidang yang didorong oleh informasi spesifik lokasi tentang faktor lingkungan, biologis, dan ekonomi yang memengaruhi keluaran fisik, profitabilitas, dan kualitas tanah dan air.

Menanam tanaman melalui praktik produksi presisi dapat digambarkan sebagai “manufaktur biologis” yang menggabungkan bioteknologi dan teknologi nutrisi; pemantauan, pengukuran, dan teknologi informasi; dan teknologi kontrol proses. Kunci terpenting di antara “keranjang teknologi” ini untuk keberhasilan eksekusi adalah data dan informasi yang dapat terus-menerus ditangkap dan digunakan untuk mengelola sistem dan campur tangan secara real time untuk mengontrol dan meningkatkan proses pertumbuhan tanaman.

Transisi pertanian produksi dari industri yang menanam tanaman ke industri yang secara biologis memproduksi bahan mentah dengan atribut dan karakteristik khusus untuk produk makanan dan keperluan industri sedang berlangsung dengan baik. Pembahasan di bawah ini akan berfokus pada tiga jenis teknologi: bioteknologi dan teknologi nutrisi; pemantauan, pengukuran, dan teknologi informasi; dan teknologi kontrol proses.

Bioteknologi dan Teknologi Nutrisi

Fokus bioteknologi dan teknologi nutrisi adalah untuk memanipulasi pertumbuhan, perkembangan atribut, dan proses deteriorasi dalam produksi tanaman. Basis ilmiah yang ditingkatkan tidak hanya berdampak pada pertumbuhan tanaman tetapi juga perkembangan atribut dan menyediakan kapasitas tambahan untuk memanipulasi dan mengontrol proses. Juga, bioteknologi memajukan kapasitas kita untuk mengontrol dan memanipulasi pertumbuhan dan perkembangan tanaman termasuk komposisi atribut (misalnya, komposisi pati atau asam amino) melalui manipulasi genetik. Dengan menggabungkan konsep nutrisi dan bioteknologi dengan teknologi mekanik dan lainnya untuk mengontrol atau menyesuaikan lingkungan pertumbuhan (suhu, kelembaban dan kelembaban, serangan hama dan penyakit, dll).

Pemantauan, Pengukuran, dan Teknologi Informasi

Pemantauan, Pengukuran, dan Teknologi Informasi

Fokus dari teknologi ini adalah untuk melacak perkembangan dan/atau kerusakan atribut dalam proses pertumbuhan tanaman, dan untuk mengukur dampak variabel terkendali dan tidak terkendali yang mempengaruhi proses pertumbuhan tersebut. Dalam produksi tanaman, pemantau hasil, sistem penentuan posisi global (GPS), sistem informasi global (GIS), foto dan citra satelit atau udara, sistem pemantauan dan pengukuran cuaca, dan sistem penginderaan tanaman dan tanah adalah bagian dari teknologi ini. Di tahun-tahun mendatang, sensor dalam pabrik untuk mendeteksi tingkat pertumbuhan dan karakteristik penyakit mungkin tersedia. Sistem ini akan dikaitkan dengan model pertumbuhan untuk mendeteksi cara meningkatkan kinerja pertumbuhan tanaman, serta sistem akuntansi kinerja keuangan dan fisik untuk memantau kinerja secara keseluruhan. Teknologi komputer untuk memanipulasi sejumlah besar informasi sudah tersedia; teknologi pemantauan dan pengukuran baru termasuk inframerah-dekat (NIR) dan pemindaian elektromagnetik sekarang sedang dikembangkan untuk mengukur spektrum karakteristik yang luas dari proses pertumbuhan tanaman.

Teknologi Kontrol Proses

Konsep teknologi kontrol proses adalah mengintervensi dengan penyesuaian atau kontrol yang tepat yang akan menutup kesenjangan setiap kali kinerja aktual dari suatu proses menyimpang dari kinerja potensial. Produksi rumah kaca semakin memanfaatkan teknologi tersebut untuk memanipulasi sinar matahari, kelembaban, suhu, dan karakteristik lain dari lingkungan pertumbuhan tanaman. Sistem irigasi adalah contoh dari teknologi ini dalam produksi tanaman lapangan; sistem irigasi modern yang terkait dengan stasiun cuaca dan sensor tanaman dan tanah secara otomatis menghidupkan dan mematikan sistem irigasi untuk memastikan bahwa tingkat kelembaban cukup untuk pertumbuhan yang optimal. Aplikasi tingkat variabel pupuk dan bahan kimia dan teknologi penutupan baris adalah contoh terkini dari teknologi kontrol proses dalam produksi tanaman tadah hujan.

Komentar Penutup

Artikel ini membahas jenis-jenis teknologi yang sedang diadopsi atau yang kemungkinan akan diadopsi dalam waktu dekat. Khususnya, teknologi yang terkait dengan bioteknologi dan nutrisi; teknologi yang terkait dengan pemantauan, pengukuran, dan informasi; dan teknologi yang terkait dengan kontrol proses dijelaskan secara singkat. Tidaklah meremehkan untuk dicatat bahwa teknologi ini akan menghasilkan perubahan besar pada operasi produksi pertanian. Artikel yang akan datang akan membahas peran penting teknologi informasi, kemungkinan hasil pertanian presisi, otomatisasi dan robotika, dan kesenjangan dalam keterampilan yang berkaitan dengan adopsi teknologi baru dalam pertanian produksi.

Jika Anda penasaran dengan perkembangan teknologi pertanian sepanjang sejarah : Kemajuan Teknologi Pertanian Sepanjang Sejarah


Keuntungan Menggunakan Teknologi Dalam Merawat Kebun

Keuntungan Menggunakan Teknologi

Sejumlah penelitian ilmiah telah membuktikan hal positif memiliki lebih banyak tanaman hijau di ruang kerja Anda seperti bangunan situs cq9. Berikut adalah tujuh manfaat teratas bagi karyawan – dan majikan mereka

Manusia memiliki keinginan bawaan untuk terhubung dengan alam, yang oleh para ilmuwan disebut ‘biophilia’. Sayangnya, ruang yang cenderung kita habiskan hampir sepanjang hari – tempat kerja – cenderung terlepas dari sebagian besar hubungannya dengan lingkungan alam.

Penelitian telah menunjukkan bahwa hanya menambahkan beberapa tanaman hijau dalam bentuk tanaman dalam ruangan dapat memiliki manfaat positif yang besar bagi karyawan dan organisasi mereka. Hal yang sama berlaku untuk pekerja jarak jauh atau pekerja rumahan. Berikut adalah tujuh alasan mengapa Anda harus berinvestasi di beberapa tanaman untuk meja Anda sendiri, atau tempat kerja Anda yang lebih luas.

1. Mereka membantu mengurangi stres

Mereka membantu mengurangi stres

Sebuah studi 2010 oleh University of Technology baru, Sydney, menemukan pengurangan signifikan dalam stres di antara pekerja ketika tanaman diperkenalkan ke ruang kerja mereka. Hasil termasuk penurunan 37% dalam ketegangan dan kecemasan yang dilaporkan; penurunan 58% dalam depresi atau kesedihan; penurunan 44% dalam kemarahan dan permusuhan; dan pengurangan kelelahan sebesar 38%.

Meskipun ukuran sampel penelitian ini kecil, para peneliti menyimpulkan: “Studi ini menunjukkan bahwa hanya satu tanaman per ruang kerja dapat memberikan dorongan yang sangat besar untuk semangat staf, dan dengan demikian meningkatkan kesejahteraan dan kinerja.”

Pendukung psikologi warna berpendapat bahwa warna hijau memiliki efek santai dan menenangkan – jadi mendekorasi kantor dengan naungan ini berpotensi memiliki pengaruh yang sama dengan memperkenalkan tanaman ke ruang kerja.

2. Mereka membantu meningkatkan produktivitas

Mereka membantu meningkatkan produktivitas

Produktivitas karyawan melonjak 15% ketika lingkungan kerja yang sebelumnya ‘ramping’ dipenuhi hanya dengan beberapa tanaman hias, menurut penelitian tahun 2014 oleh University of Exeter. Menambahkan hanya satu tanaman per meter persegi meningkatkan retensi memori dan membantu karyawan mendapat skor lebih tinggi pada tes dasar lainnya, kata peneliti Dr Chris Knight.

“Yang penting adalah semua orang bisa melihat tanaman dari meja mereka,” kata Knight kepada The Guardian. “Jika Anda bekerja di lingkungan di mana ada sesuatu untuk membuat Anda terlibat secara psikologis, Anda lebih bahagia dan Anda bekerja lebih baik.”

Tentu saja, cara hebat lainnya untuk meningkatkan produktivitas organisasi adalah dengan berinvestasi dalam perangkat lunak SDM – yang akan membantu staf, manajer, dan pengguna SDM mengelola data mereka secara lebih efisien dan efektif, dan membebaskan waktu yang seharusnya dihabiskan untuk tugas administratif padat karya. .

3. Mereka membantu mengurangi tingkat penyakit dan ketidakhadiran

Mereka membantu mengurangi tingkat penyakit dan ketidakhadiran

Laporan Human Spaces 2015, yang mempelajari 7.600 pekerja kantoran di 16 negara, menemukan bahwa hampir dua pertiga (58%) pekerja tidak memiliki tanaman hidup di ruang kerja mereka. Mereka yang lingkungannya memasukkan unsur-unsur alam melaporkan skor kesejahteraan 15% lebih tinggi dan skor produktivitas 6% lebih tinggi daripada karyawan yang kantornya tidak memasukkan elemen-elemen tersebut.

Beberapa ahli berpendapat bahwa menambahkan tanaman ke lingkungan kerja dapat membantu mengurangi risiko sindrom bangunan sakit, meskipun bukti untuk mendukung klaim ini sulit didapat.

Sebuah studi kecil oleh Universitas Pertanian Norwegia pada 1990-an menemukan bahwa pengenalan tanaman ke satu kantor dikaitkan dengan penurunan 25% gejala kesehatan yang buruk, termasuk kelelahan, masalah konsentrasi, kulit kering dan iritasi pada hidung dan mata.

“Kehadiran tanaman mungkin dapat menghasilkan perubahan positif dalam lingkungan kerja psikososial,” komentar profesor Dr Tøve Fjeld dalam posting blog 2011. “Perasaan kesejahteraan yang dihasilkan juga mempengaruhi bagaimana individu menilai keadaan kesehatannya. Dengan latar belakang identitas psikobiologis dan reaksi positif manusia terhadap alam, kita dapat berasumsi bahwa tanaman memiliki efek khusus pada rasa sejahtera. Ini dibuktikan dengan fakta bahwa terjadinya gejala yang terkait dengan atmosfer dalam ruangan berkurang.”

4. Mereka membuat ruang kerja lebih menarik bagi pelamar kerja

Mereka membuat ruang kerja lebih menarik bagi pelamar kerja

Mengomentari laporan Human Spaces 2015 ketika dirilis, profesor psikologi organisasi Sir Cary Cooper mengatakan: “Manfaat desain yang terinspirasi oleh alam, yang dikenal sebagai desain biofilik, mengumpulkan bukti dengan cepat. Melihat gambaran lingkungan kerja global, hingga satu dari lima orang tidak memiliki elemen alami di dalam ruang kerja mereka, dan yang mengkhawatirkan, hampir 50% pekerja tidak memiliki cahaya alami. Namun sepertiga dari kita mengatakan bahwa desain tempat kerja akan memengaruhi keputusan kita untuk bergabung dengan sebuah perusahaan. Ada perbedaan besar di sini dan yang mengisyaratkan desain tempat kerja baru-baru ini menjadi terkenal sebagai faktor penting.”

5. Mereka membersihkan udara

Mereka membersihkan udara

Sementara manusia membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup, tanaman menyerap gas yang tidak kita butuhkan – karbon dioksida – dan menggabungkannya dengan air dan cahaya untuk menghasilkan energi dalam proses yang disebut fotosintesis.

Pada 1980-an, para ilmuwan di NASA menemukan bahwa tanaman mahir menghilangkan bahan kimia seperti benzena, trikloroetilen, dan formaldehida dari udara, sehingga lebih bersih bagi manusia untuk bernapas.

Penelitian terbaru yang dipimpin oleh Dr Fraser Torpy, direktur University of Technology Sydney Plants and Indoor Environmental Quality Research Group, telah menemukan bahwa tanaman dalam ruangan dapat membantu mengurangi kadar karbon dioksida sekitar 10% di kantor ber-AC, dan sekitar 25% di gedung-gedung tanpa AC.

“Kami menemukan bahwa telapak tangan mengalahkan segalanya untuk karbon dioksida,” kata Torpy. “Tetapi jika menyangkut bahan organik yang mudah menguap, semuanya sama – tidak masalah… Tanaman berukuran sedang (apa pun di atas sekitar 20cm) di dalam ruangan akan membuat pengurangan yang sangat besar terhadap bahan kimia tertentu.”

6. Mereka membantu mengurangi tingkat kebisingan

Mereka membantu mengurangi tingkat kebisingan

Dengan menyerap suara (bukannya melindungi dari polusi suara), tanaman membantu mengurangi efek mengganggu dari obrolan kantor di latar belakang. Menempatkan pot tanaman yang lebih besar, di beberapa lokasi di tepi dan sudut ruangan memiliki manfaat positif yang besar, menurut makalah 1995 oleh para peneliti di London South Bank University.

7. Mereka dapat meningkatkan kreativitas

Mereka dapat meningkatkan kreativitas

Laporan Human Spaces 2015 juga menemukan bahwa karyawan yang kantornya menyertakan elemen alam mendapat skor 15% lebih tinggi untuk kreativitas daripada mereka yang kantornya tidak menyertakan elemen tersebut.

Teori pemulihan perhatian menunjukkan bahwa melihat alam – dan bahkan hanya gambar alam – dapat menggeser otak ke mode pemrosesan yang berbeda, membuat karyawan merasa lebih santai dan lebih mampu berkonsentrasi.

Jadi tanaman mana yang terbaik di lingkungan kantor?

Tidak semua tanaman akan senang tinggal di tempat kerja Anda – Anda perlu mempertimbangkan batasan seperti ketersediaan cahaya matahari, dan seberapa sering mereka dapat dan akan disiram. Mereka yang akan berkembang di tempat kerja termasuk sukulen (termasuk lidah buaya dan kaktus), tanaman karet dan bunga lili perdamaian.

Artikel ini pertama kali diterbitkan pada Agustus 2013. Ini diperbarui pada Februari 2018 untuk kesegaran, akurasi, dan kejelasan. Jika Anda ingin mereproduksi semua atau sebagian dari artikel ini, Anda harus mencantumkan CIPHR sebagai pencetusnya dan menautkan kembali ke halaman web ini.


Teknologi budidaya tanaman modern di bidang pertanian di bawah lingkungan yang terkendali: ulasan tentang aeroponik

Teknologi budidayaMakalah ulasan ini menjelaskan pendekatan baru untuk budidaya tanaman di bawah budaya tanpa tanah. Saat ini, perubahan iklim global diperkirakan akan meningkatkan situs wm casino dari risiko kekeringan yang sering terjadi. Pertanian berada dalam fase perubahan besar di seluruh dunia dan menghadapi masalah serius. Di masa depan, akan sulit untuk menyediakan pasokan makanan segar dan bersih untuk populasi yang tumbuh cepat dengan menggunakan pertanian tradisional. Dalam keadaan seperti itu, budidaya tanpa tanah adalah teknologi alternatif untuk beradaptasi secara efektif. Sistem tanpa tanah terkait dengan sistem Hidroponik dan Aeroponik. Dalam sistem aeroponik, akar tanaman digantung di tempat plastik yang disediakan secara artifisial dan bahan busa pengganti tanah di bawah kondisi yang terkendali.

Akar dibiarkan menjuntai bebas dan terbuka di udara. Namun, air kaya nutrisi dikirim dengan nozel atomisasi. Nozel menciptakan kabut semprotan halus dengan ukuran tetesan yang berbeda secara terputus-putus atau terus menerus.

Tinjauan ini menyimpulkan bahwa sistem aeroponik dianggap sebagai metode penanaman tanaman terbaik untuk ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan. Sistem ini telah menunjukkan hasil yang menjanjikan di berbagai negara dan direkomendasikan sebagai sistem penanaman tanaman yang paling efisien, berguna, signifikan, ekonomis dan nyaman dibandingkan metode tanah dan metode tanpa tanah lainnya.

Teknologi budidaya
Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah mengakhiri kelaparan dan kemiskinan sambil membuat sistem pertanian dan pangan berkelanjutan. Namun, menyediakan makanan yang bersih dan segar untuk generasi berikutnya adalah perhatian utama kami terutama untuk pertumbuhan populasi global (Alexandratrs dan Bruinsma 2012).

Produksi pangan dunia meningkat lebih cepat dari jumlah penduduk dan konsumsi per kapita meningkat. Studi melaporkan bahwa pada tahun 2050, populasi dunia diperkirakan akan melampaui sepuluh miliar orang, 34% lebih tinggi dari sekarang. Hampir sebagian besar pertambahan penduduk akan terjadi di negara berkembang (Cohen 2002; UN 2010).

Menurut laporan FAO (2009, 2011), konsentrasi penduduk yang tinggi memiliki konsekuensi sosial-ekonomi utama, produksi pangan, pasokan dan masalah keamanan yang memerlukan pemeriksaan lebih dekat. Selain itu, akan menyoroti beberapa masalah, tantangan dan penyebab peningkatan jumlah orang lapar dan kurang gizi. Pada tahun 2050, tambahan 60% hingga 70% produksi pangan global akan dibutuhkan untuk memberi makan lebih banyak penduduk perkotaan dan populasi yang lebih besar (Foote 2015).

Di masa depan, tekanan tambahan akan bekerja pada bagaimana kita lebih efisien memanfaatkan sumber daya alam untuk menghasilkan makanan. Sumber daya alam meliputi tanah, air, udara dan bagaimana menggunakannya secara berkelanjutan. Namun, sekitar seperempat lahan garapan dinyatakan tidak produktif, tidak subur dan tidak cocok untuk melakukan kegiatan pertanian. Alasan di balik masalah ini adalah pengelolaan tanah yang tidak memadai, degradasi tanah, perubahan iklim regional yang cepat, urbanisasi yang cepat, industrialisasi, peluang pemulihan kesuburan alam yang lebih sedikit, penanaman terus menerus, kekeringan yang sering terjadi, pengelolaan air yang lebih sedikit, polusi air dan penurunan air tanah (Popp dkk.2014).

Bliesner dkk. (2005) melaporkan air adalah sumber daya penting lainnya. Kelangkaan air merupakan masalah yang paling penting dan krusial untuk melakukan kegiatan pertanian dan menimbulkan kerawanan pada masalah sosial. Masalah termasuk produksi tanaman minimum dengan populasi tinggi: (i) Sangat tergantung pada kondisi iklim dan musim tanam yang buruk karena kelaparan di berbagai belahan dunia, (ii) Permintaan yang lebih tinggi untuk biofuel dapat lebih lanjut mempengaruhi input, harga produk pertanian, tanah, air, dan membahayakan ketahanan pangan global.

Seperti disebutkan di atas, kendala sumber daya untuk produksi pertanian menjadi lebih ketat daripada di masa lalu sementara pertumbuhan hasil melambat. Ini adalah alasan utama mengapa orang mengungkapkan ketakutan bahwa ada risiko yang berkembang bahwa produksi pangan dunia mungkin tidak cukup untuk memberi makan populasi yang tumbuh dan memastikan ketahanan pangan untuk semua.

Namun, dapat menjadi tantangan untuk menyediakan produk makanan tambahan untuk memberi makan seluruh populasi menggunakan sistem budidaya tradisional/ladang terbuka. Padahal, budidaya di lahan terbuka terkait dengan risiko dan ketidakpastian yang sangat besar dari cekaman biotik dan abiotik, seperti serangan hama, kekeringan, banjir dan angin kencang. Karena membutuhkan lahan yang lebih luas untuk budidaya, biaya persiapan lahan yang lebih tinggi, jumlah tenaga kerja dan jumlah air yang berlebih.

Dalam keadaan seperti itu, para peneliti mencari teknologi pertanian baru dan menyarankan bahwa solusi yang diusulkan adalah menerapkan teknologi yang saat ini dapat diakses di bawah lingkungan yang terkendali. Menyadari hal ini, sistem tanpa tanah adalah salah satunya. Butler dan Oebker (2006) melaporkan bahwa soil-less adalah metode budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah dalam kultur substrat atau kultur air.

Baca Juga Artikel Berikut Ini : Kemajuan Teknologi Pertanian Sepanjang Sejarah


Kemajuan Teknologi Pertanian Sepanjang Sejarah

Kemajuan Teknologi Pertanian Sepanjang Sejarah

Sejak pendirian negara bagian, pertanian telah memainkan peran besar dalam sejarah Colorado. Tercatat pada situs https://www.asianhandicap.xyz/ dulu petani harus mengolah dan memanen tanaman dengan tangan, tetapi berkat kemajuan teknologi pertanian baru-baru ini, mereka sekarang dapat menghasilkan lebih banyak tanaman dalam waktu yang lebih singkat dan dengan biaya yang lebih rendah.

1900-an – 1920-an

Orang Amerika melihat kemajuan teknologi yang luar biasa pada pergantian abad ke -20, dan pada dekade berikutnya, industri pertanian juga mengalami perubahan yang signifikan.

Bisnis pertama yang dikhususkan untuk memproduksi traktor didirikan saat itu, dan penggunaan tenaga mekanis segera menjadi standar di pertanian di seluruh negeri.

Dengan diperkenalkannya traktor gas dan mesin khusus, produksi pertanian mulai tumbuh dengan mantap.

1930-an - 1940-an

1930-an – 1940-an

Popularitas traktor terus tumbuh dengan baik hingga tahun 1930-an dan 40-an, dan penggunaan ternak untuk tujuan pertanian berangsur-angsur menurun.

Kemajuan dalam mesin menyebabkan mempopulerkan traktor serba guna, dan alat pertanian lainnya, seperti pemetik kapas spindel, segera menjadi bertenaga mesin juga.

Pada era ini, produktivitas per hektar lahan pertanian mulai meningkat secara signifikan, demikian pula penggunaan pestisida dan herbisida.

1950-an – 1960-an

Periode waktu ini menandai apa yang sering disebut sebagai Revolusi Hijau, atau Revolusi Pertanian Ketiga. Selama era ini, para ilmuwan mengembangkan varietas tanaman unggul, terutama untuk biji-bijian seperti gandum dan beras.

Varietas ini dibuat khusus agar lebih responsif terhadap pupuk kimia dan dapat menghasilkan biji-bijian dalam jumlah yang lebih besar per acre.

Perkembangan lebih lanjut dalam proses irigasi, metode budidaya, dan awal pemuliaan tanaman secara selektif menyebabkan peningkatan jumlah makanan yang diproduksi di seluruh dunia.

1970-an – 1980-an

Ketika ukuran rata-rata pertanian mulai tumbuh, demikian pula biaya pemeliharaan. Selama tahun 1970-an dan 80-an, banyak petani beralih ke pertanian tanpa pengolahan, sebuah praktik yang memungkinkan petani menanam tanaman dari tahun ke tahun tanpa mengolah dan mengganggu tanah.

Ada beberapa manfaat dari jenis pertanian ini. Tidak hanya pertanian tanpa pengolahan tanah mengurangi kemungkinan erosi tanah, tetapi juga meningkatkan retensi air dan nutrisi di dalam tanah.

Metode ini menghasilkan lebih sedikit melewati tanaman tetapi menghasilkan ukuran panen yang sama, yang sangat mengurangi biaya.

Proses ini meningkatkan kesuburan dan ketahanan tanah, dan banyak petani di seluruh Amerika Serikat terus menggunakan praktik ini sampai sekarang.

1990-an – sekarang

Ketika pengetahuan kita tentang sains dan mesin terus berkembang, begitu pula kemajuan teknologi pertanian.

Pada 1990-an, tanaman tahan serangga dan gulma pertama tersedia secara komersial dan teknologi satelit menjadi lebih populer untuk melacak dan merencanakan praktik pertanian. Metode-metode ini terbukti lebih tepat dan menghasilkan lebih banyak informasi yang tidak dapat ditawarkan oleh teknologi sebelumnya.

Dewasa ini, kemajuan teknologi dalam industri pertanian terus berkembang. Perusahaan telah mengembangkan teknologi yang mampu memprediksi keturunan tanaman dan ternak, dan mereka dapat mengidentifikasi gen tahan penyakit pada tanaman, yang mengurangi kemungkinan kehilangan panen dan penyakit di masa depan.

Perkembangan dalam pengujian genetik dan pengawasan penyakit ini telah meningkatkan hasil panen dan meningkatkan kesehatan hewan, dan juga memberikan solusi terhadap isu-isu yang ditimbulkan oleh peraturan pertanian modern.


Pertanian Cerdas: Masa Depan Teknologi Pertanian

Pertanian Cerdas: Masa Depan Teknologi Pertanian

Menurut laporan intelijen pasar baru oleh https://www.pragmaticcasino.org/, pasar pertanian pintar global diperkirakan akan mencapai $23,14 miliar pada tahun 2022, meningkat pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 19,3% dari 2017 hingga 2022.

Pertumbuhan pasar terutama disebabkan oleh meningkatnya permintaan akan hasil panen yang lebih tinggi, penetrasi yang semakin meningkat dari teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pertanian, dan meningkatnya kebutuhan akan pertanian yang cerdas iklim.

Meningkatnya Penggunaan Pertanian Cerdas di Seluruh Dunia

Di tahun-tahun mendatang, pertanian pintar diproyeksikan akan menciptakan dampak besar pada ekonomi pertanian dengan menjembatani kesenjangan antara usaha kecil dan besar. Tren ini tidak hanya relevan di negara maju — negara berkembang juga telah menyadari pentingnya hal tersebut.

Di negara-negara seperti China dan Jepang, penerapan skala luas dari smartphone dan sistem internet of things (IoT) telah menyebabkan adopsi yang cepat dari solusi pertanian presisi. Pemerintah beberapa negara juga telah menyadari kebutuhan akan, dan keuntungan dari teknologi ini, dan dengan demikian, inisiatif mereka untuk mempromosikan teknik pertanian presisi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar lebih lanjut.

Namun, perubahan revolusioner dalam praktik pertanian tidak hanya datang dengan peluang tetapi juga tantangan tertentu yang terbukti menjadi hambatan dalam pertumbuhan pasar. Kesadaran dan pengetahuan tentang teknologi pertanian baru belum menyebar secara luas, terutama di negara-negara berkembang.

Jenis Pertanian Presisi

Jenis Pertanian Presisi

Menurut laporan itu, pada tahun 2017, segmen solusi sistem perangkat keras memegang lebih dari 72% dari total pasar pertanian pintar global. Aplikasi pertanian tanaman presisi saat ini memegang pangsa pasar terbesar lebih dari 31%.

Perusahaan di pasar menawarkan berbagai solusi untuk beberapa jenis aplikasi pertanian tanaman presisi seperti irigasi presisi, pemantauan hasil dan peramalan, aplikasi tingkat variabel, pramuka tanaman, dan pencatatan, antara lain.

Produk irigasi presisi telah menjadi kontributor utama untuk pangsa pasar yang besar dari pertanian tanaman presisi. Dengan meningkatnya kebutuhan akan penggunaan input pertanian yang tepat, produk aplikasi tingkat variabel di pasar diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan pasar pertanian tanaman presisi dalam lima tahun ke depan.

Pengenalan robot pemerah susu otonom ke dalam pemanenan susu diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan pertanian cerdas di sektor peternakan. Selain itu, tumbuhnya daerah perkotaan dan meningkatnya permintaan akan produk pertanian segar sepanjang tahun akan mendorong pertumbuhan pertanian dalam ruangan.

Akuakultur juga menyaksikan integrasi yang lebih besar dari perangkat lunak manajemen akuakultur untuk pemuliaan spesies air yang efisien.

Dimana Pertanian Presisi Berangkat Is

Secara regional, Amerika Utara berada di garis depan pasar pertanian pintar global, dengan penetrasi pasar yang tinggi di AS. Namun, Meksiko diperkirakan memiliki pertumbuhan pasar tertinggi dalam lima tahun mendatang.

Wilayah Asia-Pasifik diproyeksikan untuk menampilkan pertumbuhan pasar tercepat dari 2017 hingga 2022. Wilayah ini menghadirkan ruang lingkup yang sangat besar untuk pengembangan pasar, karena ukuran populasi perkotaan yang meningkat, penetrasi pasar internet yang berkembang dalam manajemen pertanian, dan investasi pemerintah yang menguntungkan. Apalagi, kehadiran negara-negara maju secara ekonomi seperti India dan China diharapkan dapat menjadikan kawasan ini sebagai bagian utama dari pertumbuhan pertanian presisi di tahun-tahun mendatang.

Tren Pertanian Otomatis

Perubahan demografi penuaan global telah memicu adopsi otomatisasi dalam praktik pertanian. Produsen sistem otomasi dan kontrol telah menyaksikan lonjakan yang pasti dalam penjualan mereka karena perubahan besar dalam industri pertanian ini.

Selama lima tahun terakhir, robot pertanian juga telah dimasukkan ke dalam operasi pertanian karena mereka memperlakukan tanah dan tanaman secara selektif sesuai kebutuhan mereka dan mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja manual. UAV/drone menghasilkan pendapatan tertinggi di antara semua robot pertanian yang digunakan dalam pertanian pintar. Sebagian besar penyebaran robot dilakukan untuk pengelolaan tanaman.

Perusahaan Pertanian untuk Diperhatikan di Ruang Ini

Pemain kunci yang beroperasi di pasar ini telah meningkatkan kegiatan peluncuran produk mereka selama beberapa tahun terakhir untuk membangkitkan kesadaran publik tentang produk dan teknologi mereka yang sudah ada dan yang baru dan bersaing dengan portofolio produk pesaing mereka.

Strategi kemitraan dan kolaborasi juga telah diterapkan secara signifikan untuk ekspansi di pasar pertanian cerdas . Dengan meningkatnya pertumbuhan di pasar global, perusahaan yang beroperasi di industri ini dipaksa untuk membuat strategi kolaboratif dengan OEM pertanian lainnya untuk bertahan di pasar yang sangat kompetitif. Misalnya, pada Februari 2018, Trimble Inc. dan Aquarius Spectrum Ltd. menandatangani perjanjian untuk distribusi solusi deteksi dan pemantauan kebocoran nirkabel Aquarius Spectrum untuk utilitas air.

Baca Juga : Teknologi: Masa Depan Pertanian.


Kesalahan Harus Dihindari Pelaku Agribisnis Baru

Kesalahan Harus Dihindari Pelaku Agribisnis Baru

Ini adalah kutipan dari tulisan yang saya temukan di situs daftar spadegaming slot, fokusnya adalah pada masalah yang dihadapi pendatang baru di Pertanian atau Agribisnis terutama di Nigeria. Saya telah menambahkan pandangan saya serta menyoroti peningkatan di sektor dan operasi.

Memproduksi Tanpa Memiliki Pembeli

Banyak orang memulai usaha agribisnis tanpa memiliki pembeli. Mereka hanya mendengar tentang usaha pertanian dan mempelajarinya tanpa memiliki gagasan tentang bagaimana atau di mana mereka akan menjual hasil pertanian mereka.

Ini adalah desimal yang muncul kembali, sangat berbahaya dan resep untuk kegagalan! Beberapa teman telah menghadapi ini di berbagai Agri-ventures! Bayangkan memanen lele Anda dan kemudian pembeli mulai menawarkan harga yang sangat rendah atau mengatakan bahwa mereka tidak dapat datang ke peternakan Anda hari itu untuk mengambil sementara Anda tidak memiliki ruang pendingin. Seringkali petani akhirnya menjual produk tersebut dengan harga yang tidak masuk akal dan akhirnya mengalami kerugian. Keadaan ini masih banyak dialami oleh petani yang memulai tanpa memiliki pembeli atau strategi pemasaran. Sebagai pebisnis, seseorang harus memikirkan lebih dari sekadar menanam dan memanen, Anda harus memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana dan di mana hasil pertanian Anda akan dijual, bahkan sebelum Anda memulai usaha pertanian apa pun yang Anda pilih.

Apa yang harus Anda lakukan? Miliki ide di mana menjual hasil pertanian Anda, yang lebih penting, jangkau target pasar Anda, bicarakan dengan calon pelanggan, diskusikan dengan mereka dan pastikan ada orang (pembeli) yang mau membeli produk pertanian Anda, bahkan sebelum Anda memulai. Ini benar-benar dasar dari memiliki strategi pemasaran dan ini tidak bisa terlalu ditekankan.

Berpikir Agribisnis Adalah Skema Cepat Kaya

Berpikir Agribisnis Adalah Skema Cepat Kaya

Agribisnis di Nigeria dan Afrika bukanlah skema cepat kaya atau lotere karena keberhasilannya bukan karena keberuntungan, tetapi kerja keras, kesabaran dan perencanaan. Karena sifat khas pertanian, diperlukan waktu yang cukup bagi tanaman untuk tumbuh dan matang, hewan untuk tumbuh dan siap dipasarkan atau bertelur. Oleh karena itu, pengembalian investasi dapat memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun dalam agribisnis. Usaha bisnis pertanian Anda bisa sukses, Anda bisa menghasilkan jutaan melaluinya, tetapi itu tidak akan terjadi dalam semalam, bahkan mungkin tidak terjadi bulan depan atau tahun depan.

Bersabarlah, gigih dan kejar tujuan Anda sampai Anda mencapainya. Jangan mudah putus asa jika ingin sukses di Agribisnis. Jangan tertipu oleh apa pun yang mungkin Anda dengar atau baca karena Anda tidak akan menjadi kaya dalam semalam. Saya kehilangan banyak burung dalam pengalaman berternak unggas pertama saya sebelum saya mendapatkan lebih banyak pengalaman dan menjadi sukses. Oleh karena itu, jangan menjanjikan diri Anda atau investor R.O.I yang tinggi ketika memulai usaha Agribisnis baru meskipun Anda berencana untuk berinvestasi di seluruh rantai, mulai dari produksi hingga pemrosesan dan penjualan akhirnya.

Riset Pasar yang Buruk

Bagi banyak petani baru, memulai bisnis pertanian semudah membeli tanah dan mulai bertani. Seperti disebutkan sebelumnya, pertanian adalah bisnis dan harus ditangani dengan sangat serius.

Jika Anda akan terjun ke agribisnis, hal pertama yang harus dilakukan adalah meluangkan waktu untuk melakukan riset pasar sehingga Anda dapat menentukan faktor internal dan eksternal baik negatif maupun positif yang berpotensi mempengaruhi bisnis Anda. Riset pasar akan mencakup mencari pembeli yang mungkin dan di mana menemukannya, analisis harga dan penilaian proposisi nilai yang unik termasuk mengidentifikasi pesaing dan cara mengemas atau menampilkan bisnis Anda sendiri untuk mengungguli mereka.

Riset pasar membantu Anda menemukan strategi terbaik untuk diterapkan dalam menjual produk pertanian Anda. Proses ini juga harus melibatkan penelitian kebijakan pemerintah saat ini yang dapat berdampak negatif atau positif terhadap bisnis Anda. Akan sangat bodoh untuk berinvestasi dalam bisnis apa pun yang masa depannya sepenuhnya tidak dapat diprediksi.

Berpikir seperti “Petani” dan tidak seperti “Pebisnis”

Berpikir seperti Petani dan tidak seperti Pebisnis

Mentalitas ini berbahaya karena dunia telah menjauh dari mentalitas ini. Petani modern tidak lagi melihat diri mereka sebagai “petani saja”. Petani abad 21 adalah pengusaha yang berkecimpung dalam bisnis produksi pangan.

Ambil contoh jika Anda menganggap diri Anda hanya sebagai “petani belaka”, Anda tidak akan melihat produk pertanian Anda sebagai sesuatu yang harus Anda merek, bungkus, atau pasarkan dengan penuh semangat dengan strategi pemasaran yang jelas. Misalnya, jika kita ingin budidaya ikan lele, fokus harus pada pengolahan, dan pengemasan ikan lele kita untuk membuat produk menonjol dan menciptakan loyalitas pelanggan/merek.

Info lainnya : Alasan Pertanian Berkelanjutan Tetap Relevan di Ekonomi Baru

Strategi yang sama harus digunakan di setiap agribisnis lain di luar sana. Tidaklah cukup untuk terjun ke agribisnis tanpa memiliki keterampilan, pengetahuan, taktik, dan strategi bisnis yang tepat yang akan membantu seseorang bersaing dengan baik di pasar. Tanpa keuntungan tidak ada bisnis jadi selain mengetahui cara menanam tanaman tertentu atau cara memelihara hewan tertentu, menjual produk ini dengan keuntungan yang baik adalah keterampilan penting lain yang diperlukan untuk berhasil.